Memuat
  • Axa Rajandrya
  • Tanggal:  08 Agt 2026
  • Baca:  2 menit
  • Catatan

Query dulu, baru menyimpulkan

Sampul artikel Query dulu, baru menyimpulkan

Setiap kali ada laporan "datanya tidak cocok", godaan pertamanya adalah langsung membuka kode. Padahal pertanyaan yang lebih murah biasanya bisa dijawab lebih dulu lewat database: apakah datanya memang salah, atau yang salah cara kita membacanya?

Tiga pertanyaan yang selalu saya ajukan

Datanya ada berapa baris? Kalau yang dikeluhkan satu item, tapi kondisi yang sama berlaku ke ribuan baris, berarti bukan kasus khusus.

Kapan terakhir berubah? Kolom waktu sering langsung menunjuk ke kejadiannya. Perubahan yang menumpuk di satu jam tertentu hampir selalu punya pemicu yang sama.

Apakah bentuk datanya sesuai dugaan? Kolom teks bebas paling sering jadi sumber masalah. Nama yang sama ditulis dengan spasi berbeda sudah cukup membuat dua baris dianggap dua hal yang berbeda.

Data simulasi menyelamatkan beberapa kali

Ketika ada yang perlu dipulihkan, saya tidak pernah langsung menulis perubahan ke data yang berjalan. Saya membandingkan dulu dengan data simulasi hari sebelumnya, mencari selisihnya, baru menentukan langkah.

Dua menit membaca selisih jauh lebih murah dibanding satu jam memperbaiki akibat perintah yang telanjur dijalankan.

Kebiasaan kecil yang menolong

Saya menyimpan query yang sering dipakai di satu berkas, lengkap dengan catatan singkat soal kapan ia berguna. Isinya sederhana: mencari duplikat, memeriksa baris yang berubah hari ini, membandingkan jumlah per kategori.

Bukan sesuatu yang canggih. Tapi ketika ada yang bertanya di jam sibuk, saya tidak perlu menyusun ulang kalimat SQL dari nol, dan jawabannya berbasis angka, bukan tebakan.

Siap mewujudkan ide Anda? Saya siap membantu

© 2026 Axa Rajandrya. Seluruh hak cipta dilindungi.

+
+